Pro dan kontra trading jangka pendek dan panjang

Apa keuntungan dan kerugian dari perdagangan forex jangka pendek dan jangka panjang? Mari kita bandingkan sebentar disini !.

Setiap trader pasti memiliki gaya tradingnya masing-masing, mulai dari tahap analisis hingga penentuan posisi transaksi atau Open Order.

Ada yang main Short-Term, ada juga yang Long-Term. Artikel ini sengaja dibuat untuk membantu trader pemula (seperti saya) memilih gaya trading yang paling sesuai.

pro dan kontra trading short vs long term
Pro dan kontra trading short vs long term


Sebelum sampai pada pembahasan, perlu diketahui bahwa forex ada untuk mereka yang 'berani rugi' di awal untuk bisa untung/profit.

Tapi, kebanyakan trader lupa atau sejak awal mereka memulai bisnis ini dengan pedoman yang salah. Baik strategi jangka panjang maupun jangka pendek, keduanya membutuhkan waktu yang tepat untuk keluar.

Apakah nanti kerugian atau keuntungan itu berakhir tergantung pada akurasi pembukaan/open posisi dan penutupan posisi/close posisi. Dan yang membedakan nantinya hanya jumlah yang dihasilkan atau yang dipertaruhkan dalam setiap transaksi.


Berikut perbandingan trading jangka panjang dan jangka pendek menurut para trader profesional:


Perdagangan jangka pendek (short-term)

PRO:

  • Target Harian.
  • Transaksi dilakukan dengan target profit atau stop loss yang relatif kecil agar target lebih cepat terpenuhi, baik TP maupun SL. Transaksi biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 hari.
  • Otomatisasi Lebih Mudah.
  • Perdagangan jangka pendek memungkinkan lebih banyak transaksi. Pedagang jangka pendek biasanya akrab dengan penggunaan EA atau robot perdagangan.

KONTRA:

  • Biaya mahal, misalnya biaya spread/komisi.
  • Karena transaksi besar-besaran dan sering buka-tutup posisi, maka biaya komisi menjadi lebih besar.
  • Analisis sering tidak akurat.
  • Ada banyak gangguan dalam analisis karena analisis tersebut menggunakan kerangka waktu/time frame yang kecil.
  • Risiko besar.
  • Perdagangan jangka pendek berisiko besar jika anda menggunakan volume transaksi/lot yang besar.


Perdagangan jangka panjang (long-term)

PRO:

  • Hemat biaya.
  • Trader Jangka Panjang biasanya menentukan 1 atau 2 Entri dengan target pips yang besar. Untuk mencapai target tersebut biasanya membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Tidak perlu OP setiap hari karena membutuhkan komisi yang mahal untuk broker.
  • Stres bisa diminimalkan.
  • Karena targetnya yang panjang, trader tidak perlu membuang waktu dan berpikir membuat analisa setiap hari untuk trading.
  • Analisis Lebih Akurat.
  • Trader yang profesional biasanya sudah memahami bahwa analisis yang menggunakan kerangka waktu kecil seperti M1 hingga H1 memiliki gangguan atau sinyal palsu.
  • Trader long-term menganalisis menggunakan kerangka waktu H4 untuk Mingguan dan bahkan Bulanan yang biasanya trend tersebut ternd jangka panjang sehingga bisa profit maksimal.


KONTRA:

  • Stop Loss Besar dan membutuhkan modal yang besar jika menggunakan lot besar.
  • Jumlah pip untuk stop loss di setiap transaksi cenderung besar. Biasanya, stop loss minimum diterapkan pada kisaran 1000 - 2000 Pips.
  • Beban psikologis.
  • Tantangan utama trader jangka panjang adalah menunggu posisi terkena Take Profit. Pada saat floating profit, beban psikologis memaksa trader untuk menutup transaksinya secara manual dengan keuntungan yang tidak sesuai target awal.


KESIMPULAN

Baik itu perdagangan jangka panjang atau pendek, itu semua membutuhkan kesabaran dan disiplin. Dan penggunaan Stop Loss diperlukan untuk membatasi risiko.

Nah, berikut alasan kenapa memilih trading jangka pendek atau panjang:


Mengapa Memilih Perdagangan Jangka Pendek?

Analisis keterampilan sangat diperlukan untuk menjalankan metode ini. Ada banyak kebisingan dalam kerangka waktu yang kecil.

Dan jika Anda seorang scalper, sebaiknya lakukan OP saat pasar Eropa atau Amerika terbuka.

Pemilihan pasangan juga mempengaruhi. Pilih pasangan dengan jumlah spread rendah atau pasangan Major, seperti AUDUSD, EURUSD, atau USDJPY, dll.


Mengapa Memilih Perdagangan Jangka Panjang?

Trading jangka panjang cocok untuk trader dengan level psikologis tinggi.

Jangan memilih gaya ini jika Anda adalah tipe trader yang mengharapkan keuntungan harian.

Jika Anda tidak menginginkan risiko minimum, Anda harus menggunakan volume lot minimum untuk permainan jangka panjang.

Untuk menghindari swap atau biaya besar, pilih pasangan yang menawarkan free-swap atau bahkan swap plus.


Salam profit!

Belum ada Komentar untuk "Pro dan kontra trading jangka pendek dan panjang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel