Ini dia metode berbahaya dalam trading yang sering dilakukan oleh trader

Mungkin disini banyak orang yang melakukan trading dengan berbagai cara, ada yang hanya membuka satu posisi saja, ada juga yang membuka lebih dari satu posisi pada pair yang berbeda. Ok, tergantung gaya trading masing-masing, asalkan money management diatur, tidak masalah.

Nah kali ini saya akan membahas beberapa metode trading yang bisa dibilang “berbahaya”. Mengapa itu berbahaya? Karena beberapa cara trading di bawah ini adalah trading dengan resiko yang besar (ketika pasar tiba-tiba bergerak tidak sesuai analisa, dalam sekejap bisa langsung rugi besar).

metode berbahaya dalam trading
Metode berbahaya dalam trading


Metode perdagangan yang berbahaya adalah Averaging, Martingale, dan Gambling. Selain ketiga metode tersebut ada juga yang menurut saya cukup berbahaya yaitu metode Locking / Hedging, dan juga Scalping dalam Time Frame kecil dengan Full Margin.

Kelima cara tersebut saya sering coba dan seringkali saya mendapatkan MC / kerugian besar (loss yang melebihi MM plan) karena beberapa cara tersebut. Oke, tidak perlu lama-lama lagi, langsung saja kita bahas beberapa metode trading berbahaya:


1. Metode Averaging

Averaging adalah metode perdagangan dengan membuat banyak entri ke arah yang sama dengan entri pertama yang dibuat pedagang. Entri ini dibuat berulang kali dalam kondisi floating dengan menggunakan ukuran lot yang sama dengan saat entri awal.

Menurut saya sendiri, averaging sendiri dibedakan menjadi dua yaitu averaging saat floating positif (untung) dan averaging saat floating negatif (rugi).

  • Averaging floating positif  artinya kita menambah posisi pada saat kondisi floating profit. Misalnya, saya membuka posisi BUY 1 lot di USDJPY di 108.000. Dan ketika harga sudah menyentuh 108.300 (saya punya floating profit 30 pips) maka saya tambah lagi posisi BUY (searah dan dengan lot yang sama). Maka bisa disebut metode averaging positif.
  • Averaging saat floating negatif adalah kebalikan dari averaging dari floating positif dimana kita menambah posisi saat floating loss. Ilustrasinya seperti ini, misal saya BUY 1 lot USDJPY di harga 108.000. Dan harganya ternyata 107.700 (lalu saya rugi -30 pips). Lalu saya tambahkan posisi lain dengan lot yang sama dan posisi yang sama, selanjutnya bisa kita sebut averaging negatif.

Kedua jenis averaging ini sebenarnya bisa menguntungkan jika pasar bergerak sesuai analisis. Diantara dua metode averaging yang lebih aman yaitu averaging pada kondisi floating positif. Karena pada saat kita melakukan averaging pada kondisi floating profit, maka kerugian dapat diminimalkan dengan menggunakan SL + atau trailing stop.

Sedangkan averaging negatif lebih beresiko karena saat posisi sudah loss kita bisa menambah loss lagi jika analisa kita salah. Namun tentunya metode averaging ini juga memiliki sisi positifnya yaitu apabila arah market sesuai dengan analisa kita maka dapat meraup profit yang maksimal ... :)


2. Metode Martingale

Nah, ini dia metode yang lebih berbahaya daripada metode averaging. Cara ini sebenarnya mirip dengan metode Averaging, perbedaannya hanyalah bahwa penambahan posisi terbuka dilakukan dengan ukuran lot yang lebih besar (biasanya dua kali lipat) dari posisi pertama.

Banyak yang melakukan martingale dengan harapan dapat menutupi kerugian pada pembukaan posisi awal, sehingga memperbesar lot size. Kondisi ini bisa dilakukan berkali-kali dan terkadang tanpa disadari hingga modal habis. Keuntungan dari metode ini adalah jika pasar bergerak sesuai dengan keinginan trader maka kesalahan-kesalahan analisa awal dapat tertutupi dengan hasil profit dari satu posisi terakhir.

Kita bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat, bahkan beberapa ratus persen dari modal, tetapi jika pasar bergerak ke arah yang berlawanan langsung "modar". Saldo atau equity bisa langsung menghilang dan bisa terkena MC dalam sekejap jika sampai salah berkali-kali. Nah, untuk cara ini sebenarnya nantinya akan mengarah ke cara nomor 3.


3. Metode mirip gambling

Ini dia, metode yang kebanyakan trader gunakan tanpa menyadarinya, bahkan tanpa saya sadari, saya sering terjerumus ke dalam metode ini. Cara ini adalah metode tanpa analisa ketika membuka posisi, biasanya berani menggunakan ukuran lot yang besar, senang menggunakan leverage yang besar (untuk dapat membuka posisi lot yang besar).

Hasil dari metode mirip gambling ini terbilang ekstrim karena bisa meraup untung hingga ribuan persen hanya dalam satu posisi terbuka. Dan juga bisa langsung menguras modal dalam satu posisi terbuka. Saya tidak tahu apakah misalnya ada trader berpengalaman yang bisa menganalisa dan kemudian berani melakukan full lot saat open posisi. Apakah ini juga dianggap judi atau tidak, bagaimana menurut Anda?

Menurut saya sendiri, cara judi ini juga sering saya alami secara tidak sadar ketika kondisi psikologis trader sedang buruk. Misal, saat trader mengganti SL atau bahkan menghapusnya, maka hal itu akan mengarahkan trader ke metode nomor 3 ini dan membuat trading semakin fatal.

Jika pemikiran seperti ini telah muncul: “Wah, kalau MC ah sudahlah! Besok bisa Deposit lagi. Jika profit, ya syukur bisa buat makan”. Nah, biasanya faktor yang sering membuat kita berujung pada judi adalah karena psikologi rusak akibat kondisi floating loss. Dan ingin secepatnya mengembalikan modal kita yang tergerus dan ingin mengembalikan modal secepatnya sehingga akan membuka posisi secepatnya dengan menggunakan full margin atau sengaja open posisi dengan menggunakan lot besar.

Apakah kalian pernah melakukannya? Jika IYA, maka sama dengan saya. wkwkwk. Bahkan sampai saat artikel ini ditulis saya masih sering seperti itu.


4. Metode Locking / Hedging.

Dibandingkan dengan 3 cara diatas, cara ini memiliki resiko yang lebih kecil. Namun metode ini bisa dibilang bisa merugikan jika kita tidak bisa melakukan analisa secara akurat.  Sebenarnya metode ini sering digunakan dengan benar (oleh trader pro), sehingga metode ini bisa dibilang juga menguntungkan.

Saya sering juga menggunakan cara ini sebagai pengganti SL, tapi kadang berhasil kadang juga gagal. Cara ini bisa dibilang metode pengamanan modal (locking). Metode hedging / locking sebenarnya hampir sama dengan metode averaging / martingale. Perbedaannya adalah posisi tambahan yang dibuka 'berlawanan arah' dengan posisi awal entri.

Antara locking / hedging banyak diperdebatkan apakah sama atau berbeda, ada yang mengatakan locking itu sama, sedangkan hedging itu berbeda (inter market). Ada yang mengatakan locking adalah membuka posisi tambahan dengan ukuran lot yang sama pada pasangan atau pair yang sama, sedangkan hedging adalah membuka posisi tambahan dengan ukuran lot yang berbeda pada pasangan/pair yang sama. Ada juga yang bilang sama hanya penyebutan saja yang berbeda-beda untuk tiap trader.


5. Metode scalping pada Time Frame (TF) kecil dengan full margin/full lot

Metode scalping ini sebenarnya termasuk dalam jenis trading dimana terdapat beberapa jenis trading, seperti scalping, intra-day, swing, atau position trading. Nah, dari berbagai jenis trading menurut trader profesional yang paling beresiko dan tersulit adalah jenis scalping. Mengapa demikian?

Para pro-trader sebagian besar setuju bahwa scalping (trading dalam time frame kecil) banyak sekali "noise" atau sinyal palsu dan arah trend sulit ditebak. Lebih menakutkan lagi jika trader scalping dengan full margin, atau dengan menggunakan lot besar, dengan harapan untung cepat.

Sebenarnya cara scalping ini juga memiliki kelebihan yang bisa untuk trader dengan modal kecil, dan juga sangat cocok untuk para pemburu rebate. Saya sendiri sering scalping, walaupun sampai saat ini sering mengalami kerugian.  Parahnya, saya sering scalping tanpa cutloss/buat SL sehingga membuat floating loss berkepanjangan.

Nah, sekian untuk postingan kali ini. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

Belum ada Komentar untuk "Ini dia metode berbahaya dalam trading yang sering dilakukan oleh trader"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel