Cerita Margin Call karena rakus menggunakan leverage dan lot

Halo semuanya, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman trading saya dan untung dalam trading. 

Cerita ini terjadi belum lama ini dan baru saja terjadi sehingga ada ide untuk menulis cerita ini. Sayangnya bukan hanya kerugian saja yang saya dapatkan, bahkan lebih ekstrim lagi saya juga mendapatkan Margin Call (MC) beberapa kali.

Margin Call karena rakus menggunakan leverage dan lot
Cerita terkena Margin Call karena rakus menggunakan leverage dan lot


Fokus utama cerita saya kali ini adalah tentang leverage dan lot.

Dua hal tersebut yang membuat saya beberapa kali terkena Margin Call.


1. Leverage

Pelaku utama adalah leverage. Leverage atau bisa dibilang merupakan fasilitas perantara (pinjaman) yang diberikan kepada para pedagang untuk dapat melakukan transaksi yang lebih besar dengan menggunakan modal yang minimal sehingga bisa mendapatkan untung atau rugi yang lebih besar.


Nah, inilah hal yang menarik dan benar-benar terjadi pada saya.

Jujur saya sering menggunakan leverage yang berbeda, tapi dari beberapa kali saya mengubah leverage.

Saat saya menggunakan leverage besar, hasilnya sering loss, tapi giliran menggunakan leverage 1:50 bisa profit.

Suatu ketika saya merubah leverage dari 1:50 menjadi 1: 1000 dan dalam hitungan tidak satu haripun saya langsung rugi bahkan kena MC. Ha ha ha.

Sebenarnya leverage tidak mempengaruhi jumlah loss dan profit jika kita membuka posisi dengan lot yang sama.

Tapi karena menggunakan leverage yang besar, masih banyak "free margin" yang tersedia, jadi saya sangat rakus dan tangan saya menjadi gatal jika tidak menambah posisi.


Bagi trader yang sudah bisa konsisten dengan tidak melanggar aturan tradingnya, leverage yang besar tentunya sangat cocok.

Namun bagi saya yang tidak bisa mengontrol, membatasi pilihan leverage yang kecil memang sangat berguna dalam mengamankan modal.


2. Lot

Lot yang saya maksud adalah membuka posisi menggunakan lot yang besar terlepas dari ekuitas akun.

Beberapa kali saya kaget sendiri karena entah kenapa setiap saya membuka posisi lot gajah (boom lot / over lot) hampir selalu berakhir dengan loss besar, sedangkan kalau pake lot semut (lot kecil) seringkali bisa untung kecil.

Kejadiannya begini, misalnya saya biasanya buka posisi di 0.1 lot dan bisa profit, tapi giliran saya memperbesar lot menjadi 1 lot yang akhirnya ternyata loss.

Karena secara mental down, biasanya saya ogah-ogahan dan sengaja tidak menggunakan stop loss atau cut-loss karena berat sekali melakukan cut-loss.

Yang membuat saya terkejut adalah setiap kali saya menggunakan lot gajah. Saya sering rugi, padahal kondisi trading yang saya buat semirip mungkin dengan trading plan dimana letak SL dan TP cukup jauh walaupun pada akhirnya saya sering menggeser SL.

Peristiwa ini memang sangat erat kaitannya dengan Money Management dan Psikologi Trading, dimana sampai saat ini saya masih sangat sering melanggar aturan trading dan akibatnya saya mengalami kerugian trading.



Kesimpulan dari postingan kali ini adalah kita harus bijak dalam menggunakan lot dan leverage yang kita gunakan.

Jujur saya beberapa kali mengalami MC dan rugi jutaan rupiah hanya karena saya rakus di setiap open posisi karena dua hal itu, dan anehnya kebiasaan tersebut sulit sekali dimusnahkan sehingga sampai saat ini belum bisa yang namanya 'profit konsisten'.

Setelah menulis postingan ini saya sangat menyesal karena masih belum sesuai dengan aturan trading saya sampai sekarang dan masih termakan oleh emosi yang membara karena kerugian forex.

Salam dari trader pemula.

Belum ada Komentar untuk "Cerita Margin Call karena rakus menggunakan leverage dan lot"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel