Broker GK Invest scam dan penipu?

GK Invest adalah broker lokal (Indonesia) dengan nama resmi "Global Kapital Investama Berjangka". Lokasi broker ini berada di Multivision Tower Lt. 20, Jl. Kuningan Mulia Lot 9B - Jakarta Selatan, Indonesia 12980.

Broker ini resmi beroperasi di Indonesia setelah mendapat izin dari BAPPEBTI, namun hingga saat ini masih banyak yang bertanya-tanya tentang,

apakah GK Invest itu penipu atau bukan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita diskusikan lebih lanjut.

logo broker gk invest
Logo broker GK Invest


Berdasarkan review dari berbagai situs internet, broker ini telah berdiri sejak tahun 2005, perusahaan ini dahulu bernama PT Megah Tama Berjangka.

Dan kini bertransformasi dengan brand dan manajemen baru di bawah naungan PT Global Kapital Investama Berjangka.


Beberapa izin usaha yang dimiliki oleh GK Invest adalah: Izin Usaha Pialang Berjangka No. 824 / BAPPEBTI / SI / II / 2005, peserta resmi SPA 1218 / BAPPEBTI / SP / 5/2007, anggota JFX SPAB-103 / BBJ / 12/04, anggota IDCH 54 / AK- KBI / I / 2007, anggota ICDX 057 / SPKB / ICDX / Dir / XII / 2011, dan anggota ICH 037 / SPKK / ISI-MTB / II / 2002.

Dari beberapa izin di atas, pada dasarnya hanya ada satu yang paling penting, yaitu yang diatur oleh regulator BAPPEBTI, karena pada dasarnya regulator inilah yang menjadi regulator resmi secara nasional/di Indonesia.


Apakah broker ini benar-benar diatur oleh BAPPEBTI? mari kita buktikan!

Setelah saya cek di situs resmi BAPPEBTI, dapat disimpulkan bahwa broker GK Invest sudah benar dan sudah teregulasi.

Di situs resmi regulator BAPPEBTI, kita bisa lihat dengan jelas detail broker ini mulai dari nama, alamat, no. Izin, no. Telepon, email, no. Fax, website resmi dan juga bank yang digunakan untuk segregated account.

Berdasarkan informasi BAPPEBTI, bank yang ditunjuk untuk rekening segregated berada di bank BCA dan Niaga. Segregated account ini secara hukum diperlukan untuk mengamankan dana klien.


Satu hal selain regulasi yang akan membuat broker semakin dipercaya adalah melihat apakah broker tersebut bonafid atau tidak.

Untuk melihatnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan melihat aktivitas broker di bidang sponsorship.

Berdasarkan informasi yang saya dapat, broker GK Invest mensponsori salah satu klub elite di Liga Inggris, yaitu Arsenal FC. Apakah ini benar?, mari kita buktikan!

Setelah saya memeriksa situs resmi klub sepak bola Arsenal FC, saya tidak menemukan bahwa GK Invest mensponsori klub tersebut. Tapi ternyata saya menemukan ada salah satu sponsornya, yaitu: GKFX (Global Kapital Group).

Yang setelah saya cek lagi ternyata GKFX itu pusat dari broker GK Invest, atau bisa dikatakan jika GK Invest adalah salah satu cabang dari GKFX yang resmi beroperasi di Indonesia.

Karena penasaran, sayapun mengunjungi situs GKFX dan menemukan fakta bahwa GK Invest adalah anak perusahaan GKFX.

Nah, di situs Global Kapital Group kita bisa melihat nama GK Invest terpampang. Ini menandakan bahwa GK Invest memang anak perusahaan Global Kapital Group.


Tidak lengkap rasanya jika melihat scam atau tidaknya broker hanya dari regulasi broker dan kekayaan/bonafid. 

Sebagai referensi lain saya biasanya melihat testimoni broker di berbagai situs populer, seperti beberapa review di Forexpeacearmy, Trustpilot, atau bahkan di Myfxbook, Investopedia, Brokerchooser, Forexfactory dan lain-lain.

Namun, karena broker GKFX adalah broker lokal, sebagian besar situs mancanegara tersebut tidak mengulasnya.

Salah satu situs mancanegara yang mereview GKFX adalah WikiFX, yang di situsnya saya temukan rating untuk GKFX nilainya rendah.

Pada saat saya cek disitus WikiFX, GK Invest menerima skor 5.95 / 10.

Menurut saya nilai ini tidak bisa dijadikan acuan mutlak karena menurut saya kecilnya nilai GK Invest didapat karena hanya diatur oleh regulator lokal sehingga mempengaruhi penilaian.


Jika kita melihat broker yang beroperasi secara internasional biasanya diatur oleh berbagai macam regulasi. Oleh karena GK Invest beroperasi secara lokal maka broker tersebut tidak memiliki regulasi dari luar indonesia.

Selain itu, usia GK Invest yang ditulis disitus Wiki FX sekitar 1-2 tahun yang menjadi alasan rendahnya skor di WikiFX.

Perlu diketahui bahwa GKFX ini didirikan pada tahun 2005 memang benar, namun pada saat itu belum menggunakan nama GK Invest (mungkin inilah alasan di WikiFX menampilkan GK Invest hanya seumur jagung).

Untuk lebih membuktikannya, saya cek umur domain GK Invest di website Whois. Setelah saya cek di Whois lookup, terlihat bahwa domain GK Invest sudah terdaftar sejak tahun 2016. 

Saat artikel ini ditulis, bisa disimpulkan bahwa umur pasti GK Invest sekitar 5 tahun berdasarkan status domain yang digunakan.

Selain itu domain GKFX memiliki TLD (.co.id) yang bisa disimpulkan bahwa domain ini bisa lebih dipercaya untuk masyarakat lokal (di Indonesia).

Karena untuk memiliki ekstensi .co.id lebih banyak persyaratan yang harus dipenuhi dibandingkan dengan mendaftarkan TLD yang bersifat umum / komersial.


Karena saya menulis sebagai blogger, rasanya kurang pas kalau tidak melihat popularitas situs tersebut.

Meski tidak begitu penting namun menurut saya melihat popularitas situs tersebut bisa menjadi salah satu referensi untuk menilai seorang broker. Salah satu situs web yang memberi peringkat situs web adalah peringkat Alexa.

Berdasarkan data dari situs Alexa, domain GK Invest berada di peringkat 196 ribu (semakin kecil semakin populer) sedangkan di Indonesia berada di peringkat 3 ribuan.

Maka dapat disimpulkan jika situs ini tidak begitu populer di dunia, namun jika di Indonesia kita anggap cukup populer.


Nah, dari beberapa review diatas dapat disimpulkan bahwa:

GK Invest masih teregulasi dan bisa dipercaya, namun tidak menutup kemungkinan suatu saat broker ini bisa menjadi scam.

Jadi, bagi yang saat ini trading di broker GK Invest tidak perlu khawatir karena broker ini masih aman sampai sekarang.

Salah satu keuntungan jika kita menggunakan broker lokal adalah jika suatu saat mendapat masalah kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan broker tersebut secara langsung.

Selain itu kita bisa mendatangi alamat broker untuk melakukan demo jika broker tersebut curang, yang jelas kita bisa lapor polisi jika suatu saat ditipu oleh broker lokal maka broker tersebut bisa kita gerebek. :)

Tapi jujur ​​saja, sampai saat ini saya masih lebih memilih broker luar (walaupun banyak yang berstatus ilegal di Indonesia) karena tidak memiliki kantor di Indonesia.


Ada beberapa broker luar yang sudah saya coba, Anda bisa membacanya di artikel saya sebelumnya tentang Cerita trading di broker yang pernah saya coba.

Selain itu, saya menyayangkan bahwa sebagian besar broker yang diatur BAPPEBTI tidak menerima akun mikro (hanya menerima transaksi mini lot = 0,1 lot terkecil), padahal banyak broker bonafid menawarkan lot mikro, bahkan sen, atau bahkan nano seperti broker OANDA dari US.

Sekian untuk artikel kali ini, terima kasih.

6 Komentar untuk "Broker GK Invest scam dan penipu?"

  1. Jadi kang pakr broker apa sekarang yg bagus? Dan bisa dana minim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan yang bisa deposit dana minim broker luar, dan setidaknya carilah broker yang telah teregulasi dinegara asal/berdirinya broker tersebut.

      Hapus
  2. Pernah coba produk GOFX micro dari ICDX? Broker lokal yang menyediakan trading GOFX ini bisa melayani trading lot micro seperti broker luar, terus katanya sistemnya multilateral. Deposit minimal 500rb.
    Coba dibuat ulasannya gan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, malahan baru denger ane ada broker lokal tsb soalnya jarang coba-coba broker lagi sekarang. Btw seriusan itu bisa mikro lot? cmiiw setau ane dulu regulasinya BAPPEBTI kalo broker lokal minimum cuma diijinin mini lot (ga boleh yg lebih kecil lotnya).

      Hapus
    2. Coba aja searching soal GOFX micro gan.
      Iya betul 1 lot micro nya = 0.01 lot standard.
      Broker yang menyediakan produk GOFX microtsb seperti agrodana futures, ecapital, dll

      Hapus
    3. Ia betul gan, setelah browsing sana-sini banyak yg menyebut GOFX bisa micro...

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel