Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita trading di broker yang pernah saya coba

Halo teman-teman. Salam semuanya!!!. Nah, pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya mencoba beberapa broker berbeda dimana saya telah mencoba trading menggunakan akun real.

pengalaman cerita trading di broker yang pernah dicoba
Pengalaman cerita trading di broker yang pernah dicoba



Sebenarnya saya sudah mencoba banyak broker, tapi dari broker sudah saya coba, saya hanya membuat akun demo dan belum diverifikasi jadi belum bisa merasakan secara langsung menggunakan akun real.


Untuk itu, pada kesempatan kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman menggunakan akun live, dan sampai saat ini saya baru mencoba beberapa broker. Broker yang pernah saya coba adalah:


  • Olymptrade
  • IQ Option
  • XM
  • OANDA
  • Rakuten Securities Australia
  • Exness
  • XTB
  • Tickmill
  • OctaFX
  • FBS


Nah, itu dia daftar beberapa broker yang sudah saya coba. Untuk lebih jelasnya, saya akan menulis testimonial singkat broker di bawah ini sesuai dengan pengalaman yang saya rasakan selama trading dibroker tersebut:


Singkat cerita, sebelum saya mengenal Forex, saya mengetahui binary option sehingga broker yang saya coba broker binary option yang pertama kali.


Saya mengenal Binary Options pertama kali karena saya sering melihat iklan yang sangat 'menggiurkan' saat browsing di internet.


Siapa yang tidak 'ngiler' coba, duduk saja di depan laptop atau bermain ponsel dan klik Buy atau Sell bisa tiba-tiba berhasil membeli mobil..xixixi.


Karena tergoda oleh iklan, saya penasaran dan mencari lebih banyak lagi tentang binary options, sehingga mencoba beberapa broker binary option sebelum terjun ke dan mencoba trading forex.


1. Olymptrade

Ini adalah broker pertama saya di dunia perdagangan (terutama opsi biner).


Dari broker ini, saya mengenal yang namanya forex karena broker ini menyediakan instrumen forex untuk diperdagangkan menggunakan platform forex Olymptrade (berbeda dengan platform opsi biner Olymptrade di Android).


Singkat cerita, awal mulai mengenal broker ini, saya mencoba akun demo dan langsung dengan percaya diri untuk melakukan deposit dengan uang sungguhan karena sangat tergiur untuk dengan mudah mendapatkan uang di akun demo.


Mungkin anda akan tertawa karena deposit saya yang kecil yaitu hanya 300rb yang kemudian masuk ke akun trading dan dikonversikan menjadi USD sekitar 19 USD saat itu. Btw, untuk deposit saya pake Fasapay.


Kemudian setelah saldo masuk barulah saya melakukan transaksi dan ternyata dengan cepat uangnya habis.


Seolah-olah saya tidak percaya bahwa kehilangan uang itu mudah, saya menjadi semakin penasaran dengan Olymptrade ini dan kemudian saya bergabung dengan grup ini di Facebook.



Kesempatan kedua datang dimana saya mendapatkan bonus deposit sebesar 50 USD dari acara ulang tahun yang diadakan oleh Olymptrade.


Pada kesempatan kedua ini saya lebih tenang karena bukan uang dari rekening dan yang terjadi adalah saya bisa menggandakannya menjadi hampir 3 kali lipat. he..he..he .. hebat!


Karena sudah berlipat ganda, saya coba tarik. Saat akan menarik saldo tidak langsung terpotong jadi saya terlalu nafsu dan trade dengan saldo itu dan akhirnya saya rugi beruntun dan saldo menjadi nol. :(


Nah, dari pengalaman itulah saya mencoba menyebar ke broker lain dan mengenal dunia trading betapa sulitnya mendapatkan profit dari trading.


2. IQ Option

Nah, ini dia. Broker ini adalah saudara dari Olymptrade, dimana di broker ini bersama-sama menyediakan opsi biner.


Saya mencoba membuat akun broker ini karena melihat broker ini Alexa Rank sangat tipis yang artinya broker ini merupakan broker yang banyak digunakan oleh para trader di dunia.


Alexa Rank adalah situs yang memeringkat situs web di seluruh dunia berdasarkan lalu lintas di situs web. Karena saya seorang blogger, saya dipandu oleh referensi rangking untuk melihat kredibilitas sebuah website ... :)


Untuk trading option di broker IQ Option saya tidak bisa memberi tahu terlalu banyak, karena saya tidak tahu mengapa saya merasa tidak menyukai platform broker ini, jadi saya tidak melakukan transaksi apa pun dan hanya membutuhkan waktu singkat saatnya meninggalkan broker opsi biner ini.



3. XM

XM adalah broker forex pertama saya. Saya meninggalkan opsi biner karena saya ragu dengan uang yang dihasilkan dari opsi biner dan juga terkesan 'judi'.


Untuk trading di broker ini memang cukup menguras kantong karena beberapa kali saya rugi broker ini hingga ratusan USD. Dari broker inilah saya kemudian mulai memahami Forex.


Alasan utama saya mencoba trading di broker ini adalah karena broker ini populer dan sudah didirikan oleh ASIC, CySEC, dan juga FCA.


Kondisi trading di XM saat ini cukup bagus, eksekusi order cepat, dan juga kemudahan deposit di broker ini.


Tapi yang terkadang membuat saya bertanya-tanya adalah pending order sering salah. Saya juga pernah mengalami kejadian SL banyak meleset saat posisi ditutup sehingga kerugiannya lebih besar.


Btw di tahun 2020, saya mencoba broker ini lagi dan mencoba akun Ultra Low yang bisa dikatakan spreadnya lebih rendah tetapi entah mengapa saya kurang nyaman dengan broker ini.


Bisa dibilang broker ini menyediakan kondisi trading yang baik dengan deposit / penarikan yang mudah dan eksekusi order yang cepat.



4. OANDA

Setelah mencoba berdagang XM, saya mencoba berdagang di pialang Oanda. Ini adalah broker yang kredibel karena merupakan broker dengan regulasi lengkap seperti NFA / CFTC, FCA UK, ASIC, IIROC, dan MAS.


Regulasinya sendiri tergantung pada cabang broker. Untuk saat ini, klien dari Indonesia akan masuk dalam regulasi ASIC.


Padahal sebelumnya klien Indonesia sudah masuk regulasi MAS yaitu cabang Asia Pasifik dan mendukung setoran melalui PayPal.


Karena saya berasal dari Indonesia tentunya saya masuk ke cabang Oanda Australia. Karena tidak mendukung pembayaran elektronik, oleh karena itu ketika saya deposit ke broker ini saya menggunakan Kartu Debit / Kredit untuk deposit instan.


Untuk berdagang di pialang Oanda, itu terlalu rumit. Untuk mendaftarkannya, saya harus menguras kantong karena harus menerjemahkan KTP dan Laporan Bank saya ke bahasa Inggris.


Penerjemahannya juga tidak sembarangan karena saya beberapa kali ditolak, karena ternyata saya harus menggunakan 'sword translate', dimana saat itu saya menggunakan jasa Anindyatrans (jasa penerjemah tersumpah lokal di Jakarta).


Untuk deposit dan broker WD ini juga dibatasi karena hanya bisa menggunakan wire transfer dan juga Debit / Credit Cards dan tidak bisa menggunakan e-payment (Skrill, Neteller, dan Fasapay).



Karena saya deposit melalui kartu debit ini di broker, jadi ketika saya menarik harus menggunakan kartu debit juga. Saya mencoba uji wd di dealer ini dan bisa dibilang ini sangat lambat dan ini adalah pengalaman wd terpanjang dibandingkan dengan dealer wd lain yang pernah saya coba.


Jujur saya tidak tahu persis alasannya apakah itu karena brokernya lambat, atau karena saldonya bukan USD (ketika saya coba akun saya menggunakan saldo SGD), atau karena melalui kartu debit jadi butuh waktu lama ketika Dibandingkan dengan menggunakan e-payment.


Setelah diteliti lebih lanjut ternyata yang membuat WD lama adalah dari sistem dimana dana telah dikirim oleh broker namun sistem refund yang lama dari bank.


Meski ribet tapi yang pasti trading di broker ini terkesan lebih aman. Apalagi yang saya suka dari broker ini juga memiliki platform sendiri yaitu Oanda fxTrade yang menurut saya merupakan platform yang bagus dan kelebihannya bisa menampilkan timeframe 5 detik.



5. Rakuten Securities Australia

Mungkin broker yang satu ini merupakan salah satu broker yang belum begitu terkenal, namun siapa sangka jika broker tersebut sudah memiliki regulasi dari ASIC. Hebatnya, broker ini adalah broker yang menampilkan "Rakuten" di jersey Barcelona FC.


Rakuten Securities Australia adalah cabang dari pialang Rakuten Sekuritas Jepang yang melayani klien secara global.


Untuk trading di broker ini spreadnya sangat rendah dimana untuk beberapa pair mayor hanya 0.5 pip (spread tetap dan tanpa komisi). Ini adalah salah satu broker dengan spread terendah dan tanpa komisi.



Untuk deposit, klien dari Indonesia bisa menggunakan wire transfer atau bisa juga menggunakan e-payment seperti Neteller dan juga melalui internet banking (paytrust88, help2pay).


Saya mengalami kendala saat deposit ke broker ini karena internet banking saya error dan diblokir, karena saya malas ke bank untuk mengurus internet banking sehingga saya membatalkan transaksi di broker ini.



6. Exness

Exness adalah pilihan berikutnya bagi saya. Pialang ini adalah pialang yang mensponsori Real Madrid FC. Exness cukup bersahabat untuk klien dari Indonesia karena kemudahan metode deposit yang ditawarkan dan juga banyaknya agen atau IB di Indonesia.


Yang menarik dari Exness menurut saya adalah karena dukungan saldo Rupiah (IDR). Setahu saya, hanya Exness dan Just Forex yang mendukung mata uang IDR.


Ini unik untuk broker ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah 'penarikan instan' di mana ketika kami melakukan penarikan, itu akan langsung dilakukan.


Saya sudah mencoba WD di broker ini, ternyata WD secepat kilat seperti saat kita melakukan deposit.


Btw, di broker ini saya pernah mengalami pengalaman pahit dimana order saya tidak bisa ditutup. Saat itu saya trading di indeks DE30 tapi entah kenapa saat profit sangat sulit untuk menutup order.



7. XTB

XTB mungkin tidak terlalu terkenal di Indonesia tapi saya sudah mencobanya.


Broker ini bisa dibilang sekelas dengan broker OANDA karena regulasi yang cukup lengkap yang digagas oleh FCA, BaFIN, CNMV, IFSC.


Pusat broker ada di Warsawa, Polandia dan juga di London, Inggris.


Untuk deposit broker ini saya menggunakan Neteller, pengalaman trading saya di broker ini sangat memuaskan.


Untuk platformnya broker ini mempunyai platform sendiri yaitu xStation 5. Saya sangat menyukai xStation 5 karena di platform ini tersedia kalkulator trading, dimana sebelum membuka posisi kita bisa mengatur money management.


Dan juga broker CS ini bisa saya katakan sangat bersahabat dibandingkan dengan broker lainnya.


Jujur saja, dari sejumlah platform mobile yang pernah saya coba, seperti cTrader, Metatrader 4, Metatrader 5, xStation, Oanda fxTrade, Trade Station FXCM, dan beberapa platform dari broker lain.


UI yang paling saya suka adalah xStation dan fxtrade Oanda, tapi dari segi kelengkapan teknis paling bagus menurut saya Oanda fxTrade.


Menurut pendapat saya, broker ini adalah yang terbaik dari beberapa broker yang pernah saya coba (selain Oanda).


Tetapi karena pemerintah memblokir akses ke situs ini, saya harus selalu mengaktifkan VPN atau mengubah DNS untuk berdagang di broker ini. Ini adalah satu masalah kecil yang menjadi alasan saya keluar dari broker ini.


Saya juga terkejut bahwa beberapa broker yang bonafid seperti OANDA dan XTB harus menggunakan VPN saat menggunakan MT4. Walaupun beberapa broker lain seperti XM dan Exness walaupun situsnya diblokir oleh pemerintah, kita bisa trading di MT4 tanpa harus menyalakan VPN.


Ada kejadian unik ketika saya keluar dari XTB dimana akun saya tertutup otomatis karena selama 3 bulan tidak ada transaksi dan hanya memiliki saldo kurang dari 1 USD (karena MC) dan luar biasa sisa saldo dikirim melalui Skrill.


Jujur saya sangat menghormati dan kagum dengan broker ini (tidak salah jika Brokerchooser peringkat no. 1 untuk broker CFD terbaik untuk XTB) karena hanya berapa uang yang dapat dikembalikan.


Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya ketika akun saya ditutup di XM (dengan saldo kurang dari 1 USD), akun tersebut akan tetap ditutup tanpa kompensasi.



8. Tickmill

Ini dia, salah satu broker ECN komisi termurah dibandingkan beberapa broker ECN lain seperti ICMarkets, FPMarkets, Avatrade, GlobalPrime, dll.


Pengalaman trading di dealer Tickmill terasa biasa karena platform standarnya hanya MT4.


Namun yang membedakannya adalah karena olesannya yang tipis. Untuk menarik dealer ini cukup lama tapi tidak sampai sehari. Pagi hari, permintaan WD saya biasanya sore hari.


Saat itu Deposit dan Withdraw saya di broker ini menggunakan Neteller karena pada saat itu belum support local deposit, tapi untuk saat ini broker tersebut sudah bersahabat di Indonesia karena support local deposit dan local bank transfer.


Untuk WD diler Tickmill menurut saya sudah lama karena saat saya coba WD butuh beberapa jam tapi tidak butuh waktu sehari (walaupun pakai Neteller mestinya cepat kalau pakai e-payment wkwkwk ).


Dealer Tickmill telah diatur oleh FCA, namun untuk klien Indonesia tidak jelas apakah Anda mendaftar tidak dapat memilih regulasi FCA dan hanya dapat dimasukkan dalam regulasi FSA Seychelles.


Saya pernah mencoba untuk salah merubah negara jepang ketika akan mendaftar dan ternyata saya bisa mendapatkan regulasi FCA, sedangkan ketika mencoba merubah ke indonesia saya hanya bisa masuk ke regulasi FSA.



9. OctaFX

Alasan utama saya mencoba broker ini adalah karena broker ini sangat populer di Indonesia. Alasan lain saya mencoba broker ini adalah karena saya ingin mencoba platform cTrader.


Namun saya sedikit kecewa karena bisa dibilang akun ECN (cTrader) di broker ini sangat aneh karena lebar spreadnya sama dengan jenis akun Micro di MT4. Mungkin inilah alasan mengapa rebate dibroker terbilang besar hingga 10 USD / lot.


Akun cTrader di broker ini mengecewakan. Selain spreadnya yang lebar dan melar, broker ini juga mengenakan komisi sebesar 3 USD / lot (6 USD untuk membuka dan menutup posisi).


Jika dibandingkan dengan Tickmill, broker ini jauh tertinggal dalam hal spread dan komisi. Selain itu, akun cTrader juga dikenakan Rollover setiap akhir pekan jika ada posisi floating.


Namun kelebihan dari broker ini adalah opsi free-swap tanpa syarat dan juga kemudahan deposit untuk klien di Indonesia.


Karena kemudahan deposit saya bertahan cukup lama di broker ini. Pada saat artikel ini ditulis, saya masih aktif di broker ini, walaupun terkadang saya baru mengikuti kontes.


Oh, saya lupa, terkadang saya bertanya-tanya pada broker ini, terkadang ketika saya trading menggunakan lot besar (akun kontes cTrader) dan ketika saya menutup posisi, order saya dipecah menjadi lot kecil ketika saya melihat history cTrader.


Apakah benar hal itu merupakan masalahnya? Apakah karena kekurangan likuiditas? atau karena akun kontes?


Jujur saja saat menggunakan akun real trading ini, saya sangat termotivasi untuk membuka dan menutup posisi karena rebate yang besar, tapi terkadang saya punya firasat apakah itu benar atau tidak.


Saya merasa beberapa order saya dieksekusi dengan lambat (di-account oleh cTrader), padahal setahu saya platform cTrader biasanya eksekusinya lebih cepat dari MT4.


Terus ada apakah ini benar atau tidak, selain itu eksekusi yang terkadang lambat, terkadang juga ketika saya menutup posisi profit yang dihasilkan tidak sama / tidak sesuai dengan kapan saya akan menutup posisi (biasanya profit lebih kecil).


Nah, ini masalahnya karena pasar benar-benar ganas dan kekurangan likuiditas atau karena ada permainan broker untuk meningkatkan spread saat menutup posisi? ...


Entah apa yang jelas ketika saya mencoba scalping (karena menjadi pemburu rebate) terkadang sering mendapatkan masalah.



Tapi secara keseluruhan, di OctaFX menurut saya masih lumayan dan stabil. Soal WD, karena saat saya coba WD, prosesnya lumayan cepat (tidak memakan waktu berjam-jam) atau hanya kebetulan saja karena WD yang pertama kali.


Tapi yang bikin aneh kalau WD dikirim bukan dari rekening saat saya deposit (Yunita Devi / deposit via BNI) tapi dari help2pay (internet banking).


UPDATE!

Sejauh yang saya uji, dari beberapa broker yang saya gunakan. Broker Octafx terburuk.


Saya mencoba akun ECN (cTrader) OctaFX yang ternyata sangat buruk jika dibandingkan dengan broker lain (misalnya ICMarkets, Pepperstone, FXPRO).


Dengan eksekusi yang lambat, spread sering kali melebar. Btw, spread di akun ctader ECN kurang lebih sama dengan akun di MT4 + ada biaya komisi 6 USD per lot.


Dan ada juga biaya rollover yang tidak masuk akal (lihat detail di situs secara langsung di mana dalam beberapa pasangan rollover lebih mahal daripada swap satu minggu). Pokoknya tipe akun ECN yang dibroker adalah Bullshit.


Kejadian lain juga sangat sering terjadi saat menutup posisi delay eksekusi (ini hanya saya rasakan di broker ini). Entah hanya terasa atau tidak sangat sering saat menutup posisi profit menurun / jika loss bertambah (meski nilainya kecil).


Lebih buruk lagi ketika saya mencoba menarik dibroker ini tertunda lama. Penarikan pertama kali hanya membutuhkan waktu 1 hari, tetapi untuk penarikan kedua membutuhkan waktu seminggu masih dikatakan "tertunda". Broker WTF !!!


Sejujurnya dari pengalaman menggunakan broker ini, broker ini tidak direkomendasikan. Jika Anda banyak melihat apakah broker ini bagus, mungkin orang yang mengulasnya membagikan tautan afiliasi atau IB. Setahu saya broker ini sangat aktif melakukan promosi.



10. FBS

Akhirnya saya mencoba juga pilihan dari broker sejuta orang. Awalnya saya tertarik dengan FBS karena adanya opsi free-swap tanpa syarat, bahkan non-Muslim pun bisa menikmati fasilitas free-swap di broker ini.


Apalagi broker ini punya banyak IB di Indonesia, jadi kalau ada masalah langsung lapor saja. Saya juga tertarik dengan broker ini karena fasilitas CopyTrade yang memungkinkan modal kecil hehehe.


Selain itu, saya tertarik untuk mencoba broker ini karena banyak sekali yang mencoba bertransaksi menggunakan broker ini. Itulah alasan saya ingin mencobanya dan sejauh ini masih aman.


Untuk trading broker ini terbilang unik karena kita bisa mendapatkan cashback atau rebate secara otomatis dimana broker tersebut memberikan fasilitas tersebut walaupun tanpa IB dibawahnya.


Selain itu saya suka broker ini karena fasilitas fixed rate (seperti di OctaFX) yang sangat membantu para trader yang masih sering deposit dibandingkan profit (seperti saya, wow).



Itulah beberapa broker yang sudah saya coba. Intinya, semua broker dengan regulasi (meski regulasi kelas 2 atau 3) aman jika modalnya kurang dari 1.000 USD.


Sebenarnya saya juga menyesal karena entah kenapa dulu saya lebih suka ribet dan mencari broker yang benar-benar aman jadi untuk trading saja banyak pemotongan depositnya.


Bisa dibilang saya seorang pemula trading yang berpura-pura menjadi seorang Pro! karena modalnya tidak banyak tapi memilih broker yang kredibel hahaha.



Saat artikel ini ditulis, saya hanya aktif berdagang di broker yang deposit / penarikannya mudah. Sedangkan di beberapa broker lain akun saya masih aktif (karena masih ada transaksi <3 bulan) tapi jarang digunakan untuk trading.


Oh ya, ada salah satu kesalahan terbesar saya dalam trading forex dimana seharusnya bagi trader newbie (seperti saya) yang harus dilakukan adalah berpindah dari Demo >> ke akun tipe Nano / Cent (<0,0001 lot) >> ke Micro akun (0,01 lot) >> hanya kemudian ke akun Standar (setidaknya 0,1 lot).


Saya juga turut prihatin kenapa pada awalnya tidak mencoba akun Cent agar tidak kehilangan banyak uang, padahal dengan akun Cent kita bisa mendapatkan keuntungan dimana faktor psikologis bisa kita rasakan dibandingkan dengan berlatih menggunakan akun demo.



UPDATE LAGI:

Dari semua broker yang saya coba, kondisi terburuk adalah dengan broker Octafx. Mereka menipu saya dengan penarikan yang berhasil tetapi uang tidak datang!


Beberapa kali order sering slippage. Selain itu, ketika akan melakukan penarikan kedua, broker ini benar-benar ditipu dimana uang tidak masuk dan ditunda.


Tanya cs, dan cs hanya bilang mengulang lagi, lalu saya ulangi beberapa kali dan di tolak dengan alasan tidak ada free margin (ya saya mengerti tidak ada free margin jika sebelumnya saya disetujui karena saldo dipotong oleh permintaan penarikan sebelumnya) .


Tapi anehnya. wd saya sebelumnya tertunda dan tidak menerima uang tetapi ketika saya mencoba wd yang gagal sebelumnya dan diulang selalu ditolak karena alasan ini, ya tentu saja tidak ada margin bebas.


Apakah masuk akal? Penarikan sebelumnya tidak diterima dan dipotong saldo tanpa menerima uang tetapi ketika dicoba lagi ditolak. Alhasil hingga saat ini saya belum menerima uang dari broker ini. Saya dapat mengatakan broker ini adalah spam (tetapi tidak semua klien hanya beberapa klien).


Jangan percaya broker ini (OctaFX). Banyak teman saya juga pernah ditipu oleh broker ini, kalau ada yang bilang broker ini bagus maka bisa dipastikan orang itu marketing atau afiliasi.


Karena saya menemukan bahwa di beberapa forum review positif broker ini hanya dicantumkan oleh tim pemasaran.


Saya mengatakan ini dengan jujur. Karena ini pertama kali saya ditipu oleh broker.


Dari semua broker di atas yang saya ulas hanya di Octafx saja saya curang.


Mungkin Anda tidak percaya tapi saya bersumpah bahwa saya ditipu dan tidak ditarik ke rekening bank. Mungkin ini sulit dibuktikan karena broker ini menipu tidak semua kliennya, tetapi hanya beberapa akun klien tertentu.


Mungkin akun saya mengalami kesialan dan menjadi sasaran kecurangan mereka, padahal akun yang saya gunakan tidak menguntungkan.


Beberapa teman saya yang sudah profit juga sering ditipu oleh broker ini.


Tapi ini bukan kasus penarikan yang tidak masuk ke akun, melainkan ada beberapa kengerian yaitu adanya slippage.


Slippage ini cukup jauh dari harga yang sangat tidak wajar. Selain itu, karena mereka menawarkan leverage yang besar (sehingga mereka dapat membuka posisi modal yang banyak secara minimal), mereka melakukannya kepada trader yang suka overlap untuk membuat MC secara tiba-tiba.


Pernah ada teman saya yang kaget tiba-tiba ada open posisi dengan lot yang besar (padahal dia tidak membuat pending order) atau membuka akun tradingnya. Nah, ini kecurigaan banyak yang tidak percaya, namun kebenaran broker ini memang busuk dan sulit diungkap karena mudah masuk ke area trading klien.


Jika Anda menghubungi CS dan ingin menghapus salah satu akun trading Anda atau keluhan lainnya, CS akan dengan mudah menghapus akun Anda, sama seperti CS dapat mengontrol area pribadi Anda. Sejauh pengalaman saya dengan beberapa broker di broker baru ini yang cs dengan mudah mengobrak-abrik personal area.


Ada juga kejadian dimana teman saya mundur tapi anehnya disuruh share draw beberapa kali. Ya, maksud saya seperti misalnya Anda ingin menarik 1000 USD. Tetapi kemudian penarikan Anda ditolak dan Anda diharuskan untuk meminta penarikan 200 USD dalam 5 kali penarikan. Wtf! Jujur saya pribadi kapok trading dibroker OctaFX, dan dari semua broker yang saya coba diatas, hanya di OctaFX susah sekali dana diWD.


Posting Komentar untuk "Cerita trading di broker yang pernah saya coba"